Langsung ke konten utama

Who Is a Love!

Who is a love??  Jawaban itu yang selama ini aku cari dalam perjalanan hidupku kedepan. 

Dari semenjak sekolah, aku memang tak pernah berpikir untuk serius menjalin hubungan kasih dengan seseorang wanita. aku punya alasan "untuk apa terlalu cepat menjalin kasih jika akhirnya nanti berakhir" itu yang ada dipemikiran ku dulu, sebenarnya aku sering mencoba untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita saat aku masih berada pada masa kuliah, beberapa kali aku berjalan dengan wanita, mencoba mencari kecocokan dengan mereka, namun terkadang setelah aku sampai lagi dirumah, aku berpikir kembali "untuk apa si kalau sekarang memulai hubungan, toh.. belum ada niat untuk menikah" hal itu yang membuat aku mundur sendiri dalam proses-proses tersebut.

Aku lebih memilih untuk berteman saja dengan mereka. teman-teman dekatku juga tidak tau kalau ternyata aku sering berjalan dengan wanita mengisi waktu luangku, sampai-sampai dikampus aku dijuluki "seseorang yang tidak menyukai wanita" ini sangat lucu jika aku mengingatnya sekarang. karena memang aku tak pernah berbagi masalah pribadiku dengan orang lain, biarlah aku sendiri yang menjalaninya itu pendapatkan, begitulah seterusnya sampai aku tamat dan mulai bekerja.

Beberapa bulan setelah aku mulai bekerja, aku mulai berpikir untuk menjalin kasih dengan seseorang, saat itu juga aku sudah mempunyai penghasilan sendiri, dipikiranku saat yang tepat jika ingin menjalin kasih dengan seseorang ketika aku sudah mempunyai penghasilan sendiri, karena uang yang aku keluarkan untuk dia bukan uang dari orangtuaku. mencoba untuk menghubungi teman-teman wanita'ku dulu, tapi banyak diantara mereka yang ternyata sudah mempunyai kekasih masing-masing.

Kesepianku tenggelam dalam kesibukanku bekerja, tapi ada saat-saat nya aku membutuhkan sosok wanita juga disampingku selain Ibuku, tapi itu tidak terlalu jadi masalah bagiku, aku berpikir pasti jika jodoh akan bertemu juga. 

Dan akhirnya aku bertemu dengan seorang wanita yang sangat baik dan penuh kasih, dia selalu memberi perhatianya padaku, tapi akhirnya kami putus dan semua karena kesalahanku padanya, aku tak akan menjelaskan kenapa kami bisa putus. Tapi setelah kami putus, aku selalu memikirkan tentang dia setiap harinya dan berharap masih bisa untuk kembali lagi seperti diawal. Namun dia enggan untuk kembali padaku. sampai lama aku memikirkan dia dan berharap kembali. disini aku merasakan bagaimana rasanya putus cinta itu ternyata tak meyenangkan. aku hanya ingin berterima kasih untuk dia, karena aku mendapatkan pelajaran dari kejadian tersebut.

Setelah kejadian tersebut aku belum berpikir kembali untuk menjalin kasih terlebih dahulu dalam waktu dekat. aku fokus untuk bekerja dan meraih karirku dan sampai sekarang masih dalam proses tersebut. lama setelah kejadian itu, aku bertemu lagi dengan seseorang wanita "natural" seperti itu aku sering menyebutnya, dia sosok yang sangat apa adanya yang membuatku jatuh kedalam sosoknya.

Awalnya aku mulai untuk memberanikan diri menyapanya di media sosial, dan ternyata dia memberiku balasan, disitu awal dari perkenalan kami, setelah itu komunikasi yang kami lakukan sangat intens setiap harinya, bercerita tentang apa saja "dari yang penting sampai tidak penting" lucunya pertama kali aku dan dia jalan, aku meminta dia menemaniku keacara nikahan temanku. 

Disini aku tidak akan bercerita tentang bagaimana hubungan kami secara detail, tapi pada akhirnya hubungan itu berakhir. sebenarnya akhir dari hubungan ini juga adalah kesalahanku, lagi-lagi aku berbuat salah. aku sangat mencintai dirinya, dan aku yakin itu. Aku juga seorang yang sangat sulit untuk jatuh cinta pada seorang wanita. Tapi dia berbeda dari wanita lain yang pernah aku temui sebelumnya. aku menyukai semua hal tentang dia yang membuat aku sangat jatuh cinta pada sosoknya. Aku sangat senang ketika dia merepotkanku, menganggu jadwal olahraga'ku, pokoknya tanpa dia meminta aku mengusahakan untuk selalu menemaninya. 

Sosoknya begitu istimewa bagiku, sedetikpun belum mampu aku membayangkan tanpanya untuk saat ini, hari-hariku sangat berwarna ketika bersamanya.

Sampai aku menulis cerita ini aku masih berharap bisa kembali lagi bersamanya. Bersama sosoknya yang aku rindukan, bersama sosoknya yang kadang merepotkanku dan banyak hal yang masih aku rindukan pada dirinya. sosoknya terlalu dalam mengisi hatiku yang lama kosong, dan kembali kosong lagi, dan aku tak tau sampai berapa lama sosoknya bisa hilang dari relung hatiku ini. aku juga sudah berpikir untuk mengakhiri masa lajangku bersamanya. Tapi itu hanya rencana, dia enggan lagi bersamaku.

Jadi sebenarnya siapakah cinta itu? sampai sekarang aku mencoba untuk menjawabnya, tapi aku yakin suatu saat nanti hal tersebut akan terjawab ketika aku bisa bersama sosok wanita yang benar menjadi bagian dari tulang rusuku. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

HANYA BEBERAPA KATA

Disini ada beberapa kata yang saya dapatkan terinspirasi dari seseorang, Lets see... Part I: Mimpiku tentang bagaimana seorang wanita selama ini, tergambar pada sosok dirimu Bagaimana aku bisa bermimpi kembali tentang sosok wanita sepertimu Jika perlahan menjauh dan seperti akan menghilang... Karena dimimpiku engkau sosok terbaik yang selama ini kutunggu Part II: Diriku hanya sebuah bintang kecil kecil diantara miliaran bintang diangkasa Diriku'pun juga ibarat buih atau pasir dilautan Ada tidaknya diriku dunia masih berputar Tapi tidak dengan dirimu kelak Aku akan menjadi sesuatu yang membuatmu merasa bahwa bagian duniamu adalah diriku Dan diriku juga bagian dari duniamu Untukmu wahai wanita'ku yang akan mendampingi'ku nanti Part III: Mulai sekarang Setiap diriku terbangun dari lelahku disetiap harinya Maka aku bersyukur karena setiap harinya aku tersadar Bahwa diriku memiliki dirimu disini Disampingku Menjelma dalam wu...

YANG TERJADI SAAT USIA 25

Apa si yang akan terjadi ketika usiamu mencapai 25 tahun nantinya!! Disini saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang apa si yang terjadi ketika usiamu mencapai 25 tahun nanti. Lets go.. kita mulai. Menurut seorang ahli Psikologi Perkembangan "Elizabeth Hurlock" usia 25 tahun termasuk dalam kategori usia dewasa awal, selepas dari masa usia remaja akhir yaitu 17-21 Tahun. dimana masa-masa usia tersebut adalah masa peralihan dari remaja akhir menuju masa dewasa awal. kalau dilihat dari rata-rata usia jenjang pendidikan di Indonesia, masa dewasa awal adalah masa dimana seseorang selesai dari pendidikanya dan akan masuk kedunia pekerjaan. Yang terjadi ketika usia 25 tahun, problem yang dihadapi akan semakin kompleks. Diusia ini perjalanan karir sudah berjalan, ada yang memutuskan untuk meniti karir dari awal. ada juga yang berpikir untuk mencari bidang pekerjaan lain, namun kadang terpikir juga untuk bertahan di pekerjaan tersebut karena sudah merasa sudah cocok...

Beri Waktu untuk Itu

Jika aku berjalan dikecepatan 100 Sedangkan kamu tetap di kecepatan 50 Kita akan sulit untuk bertemu di satu jalur yang sama Apa? Aku yang perlu menurunkan kecepatan! Hingga perlu waktu yang lebih lama untuk sampai ke garis finish atau kamu yang perlu mengejarnya agar tak perlu waktu lama lagi untuk sampai kesana dan kamu tidak menyempatkan waktu untuk berbicara sampai kesini