Who is a love??
Jawaban itu yang selama ini aku cari dalam perjalanan hidupku kedepan.
Dari semenjak
sekolah, aku memang tak pernah berpikir untuk serius menjalin hubungan kasih
dengan seseorang wanita. aku punya alasan "untuk apa terlalu cepat
menjalin kasih jika akhirnya nanti berakhir" itu yang ada dipemikiran ku
dulu, sebenarnya aku sering mencoba untuk menjalin hubungan dengan seorang
wanita saat aku masih berada pada masa kuliah, beberapa kali aku berjalan
dengan wanita, mencoba mencari kecocokan dengan mereka, namun terkadang setelah
aku sampai lagi dirumah, aku berpikir kembali "untuk apa si kalau sekarang
memulai hubungan, toh.. belum ada niat untuk menikah" hal itu yang membuat
aku mundur sendiri dalam proses-proses tersebut.
Aku lebih memilih
untuk berteman saja dengan mereka. teman-teman dekatku juga tidak tau kalau
ternyata aku sering berjalan dengan wanita mengisi waktu luangku, sampai-sampai
dikampus aku dijuluki "seseorang yang tidak menyukai wanita" ini
sangat lucu jika aku mengingatnya sekarang. karena memang aku tak pernah
berbagi masalah pribadiku dengan orang lain, biarlah aku sendiri yang
menjalaninya itu pendapatkan, begitulah seterusnya sampai aku tamat dan mulai
bekerja.
Beberapa bulan
setelah aku mulai bekerja, aku mulai berpikir untuk menjalin kasih dengan
seseorang, saat itu juga aku sudah mempunyai penghasilan sendiri, dipikiranku
saat yang tepat jika ingin menjalin kasih dengan seseorang ketika aku sudah
mempunyai penghasilan sendiri, karena uang yang aku keluarkan untuk dia bukan
uang dari orangtuaku. mencoba untuk menghubungi teman-teman wanita'ku dulu,
tapi banyak diantara mereka yang ternyata sudah mempunyai kekasih
masing-masing.
Kesepianku tenggelam
dalam kesibukanku bekerja, tapi ada saat-saat nya aku membutuhkan sosok wanita
juga disampingku selain Ibuku, tapi itu tidak terlalu jadi masalah bagiku, aku
berpikir pasti jika jodoh akan bertemu juga.
Dan akhirnya aku
bertemu dengan seorang wanita yang sangat baik dan penuh kasih, dia selalu
memberi perhatianya padaku, tapi akhirnya kami putus dan semua karena
kesalahanku padanya, aku tak akan menjelaskan kenapa kami bisa putus. Tapi
setelah kami putus, aku selalu memikirkan tentang dia setiap harinya dan
berharap masih bisa untuk kembali lagi seperti diawal. Namun dia enggan untuk
kembali padaku. sampai lama aku memikirkan dia dan berharap kembali. disini aku
merasakan bagaimana rasanya putus cinta itu ternyata tak meyenangkan. aku hanya
ingin berterima kasih untuk dia, karena aku mendapatkan pelajaran dari kejadian
tersebut.
Setelah kejadian
tersebut aku belum berpikir kembali untuk menjalin kasih terlebih dahulu dalam
waktu dekat. aku fokus untuk bekerja dan meraih karirku dan sampai sekarang
masih dalam proses tersebut. lama setelah kejadian itu, aku bertemu lagi dengan
seseorang wanita "natural" seperti itu aku sering menyebutnya, dia
sosok yang sangat apa adanya yang membuatku jatuh kedalam sosoknya.
Awalnya aku mulai
untuk memberanikan diri menyapanya di media sosial, dan ternyata dia memberiku balasan,
disitu awal dari perkenalan kami, setelah itu komunikasi yang kami lakukan
sangat intens setiap harinya, bercerita tentang apa saja "dari yang
penting sampai tidak penting" lucunya pertama kali aku dan dia jalan, aku
meminta dia menemaniku keacara nikahan temanku.
Disini aku tidak akan
bercerita tentang bagaimana hubungan kami secara detail, tapi pada akhirnya
hubungan itu berakhir. sebenarnya akhir dari hubungan ini juga adalah
kesalahanku, lagi-lagi aku berbuat salah. aku sangat mencintai dirinya, dan aku
yakin itu. Aku juga seorang yang sangat sulit untuk jatuh cinta pada seorang
wanita. Tapi dia berbeda dari wanita lain yang pernah aku temui sebelumnya. aku
menyukai semua hal tentang dia yang membuat aku sangat jatuh cinta pada
sosoknya. Aku sangat senang ketika dia merepotkanku, menganggu jadwal
olahraga'ku, pokoknya tanpa dia meminta aku mengusahakan untuk selalu
menemaninya.
Sosoknya begitu istimewa bagiku, sedetikpun belum mampu aku membayangkan tanpanya untuk saat ini, hari-hariku sangat berwarna ketika bersamanya.
Sampai aku menulis
cerita ini aku masih berharap bisa kembali lagi bersamanya. Bersama sosoknya
yang aku rindukan, bersama sosoknya yang kadang merepotkanku dan banyak hal
yang masih aku rindukan pada dirinya. sosoknya terlalu dalam mengisi hatiku
yang lama kosong, dan kembali kosong lagi, dan aku tak tau sampai berapa lama
sosoknya bisa hilang dari relung hatiku ini. aku juga sudah berpikir untuk
mengakhiri masa lajangku bersamanya. Tapi itu hanya rencana, dia enggan lagi
bersamaku.
Jadi sebenarnya
siapakah cinta itu? sampai sekarang aku mencoba untuk menjawabnya, tapi aku
yakin suatu saat nanti hal tersebut akan terjawab ketika aku bisa bersama sosok
wanita yang benar menjadi bagian dari tulang rusuku.
Komentar
Posting Komentar